Tampilkan postingan dengan label Hiasan pena maminda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiasan pena maminda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2020

"Damailah jiwanya"

Seperti perahu tak berbensin
Terus berjalan seiring deburan ombak yang mengguncang
Tak tau arah 
Tak mengerti kapan semua ini berakhir
Ketir menggebu, apakah? Bagaimanakah? Mungkinkah? 
Semua tanda tanya terbentang 
Mengambang jauh tak terbayang..

Bukankah hidup ini berkemudi?
Lantas apa yang membuatmu riut?
Dunia memang tempat berkeluh kesah
Tempat berhuru hara
Berlomba mencari kebenaran untuknya sendiri
Untuk hati dan nuraninya
Sehingga damailah jiwanya..

Jumat, 05 September 2014

Berlian terjatuh...

Sungguh air mata ini sudah kering
Seperti halnya sungai tanpa hujan 
Apakah kau pernah memikirkannya? 
Bagaimana jika bumi tanpa air 
Akankah ia letih? 
Atau bahkan ia merintih? 

Pantaskah air jernih ini aku habiskan 
Hanya untuk menangisi kau pecundang?? 
Ini lucu, benar.....
Tak kusangka hatimu sudah membatu 
Mengikis akalmu serta nalurimu 
Tak sadarkah kau? 
Disini aku merintih ingin menolongmu, 
Menolong dari jerat yang membuta 
Yang kian merusak tubuhmu 

Disini aku hanya wanita 
Yang hanya dapat menitihkan butiran berlian dipipiku 
Mungkin itu akan terus terulang 
Terulang dan terulang 
Hingga saatnya nanti kau menyadari 
Arti berlian ini yang sesungguhnya